Cerita yang dimuat dalam blog ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis...Dan sepenuhnya menjadi hak cipta penulis...jika ingin memuat ulang silahkan kontak penulis...Terima Kasih!! Si KBR: Punya Gua
Protected by Copyscape Duplicate Content Finder

Please Enjoy Your Nightmare!!!

Place Of The Nightmare!!!!

Bali - 2009 (Expedisi Rumah Citarum)

Sebuah rumah tua dan angker yang tak pernah ditempati semenjak pemiliknya meninggal karena pembantaian, menjadi tempat Expedisi gua kali ini

Aku Melihat Ragaku Yang Tertidur

My Experience Of Astral Projection!!!

Orbs Goa Giri Putri

Kenangan Indah Saat Berada Di Goa Giri Putri!!
Tampilkan postingan dengan label Punya Gua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Punya Gua. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013

Expedisi Alas Purwo [19/11/2012] - Within the Purwo, Goa Padepokan, & Goa Mayangkoro

Buat yang udah baca ceritaku tentang Expedisi Alas Purwo  [09/12/2012] - The Begins, Purwo, & Goa Istana, sekarang aku ingin menceritakan beberapa kejadian selama perjalananku didalam alas purwo saat itu, selain hutan lebat, binatang-binatang liar, pepohonan-pepohonan besar, yang menjadi daya tarik bagiku tentunya "Makhluk Lain" yang aku jumpai disini. 

Terasa begitu powerful, mengawasi, meski beberapa sangat-sangat bersahabat, tapi tidak sedikit dari mereka yang menampakkan ketidaksukaan saat kami melewati wilayah mereka.

Dari sekian banyak "Makhluk Lain" yang aku temui disana, aku tertarik kepada beberapa sosok-sosok yang tidak lumrah aku temui, selain meraka terlihat seperti "pemimpin" diantara yang lainnya.

"Pemimpin-pemimpin" inilah yang akan aku ceritakan kali ini, karena mereka memiliki daya tarik yang luar biasa bagi ku.

1. The Fairy
Entah apakah tepat aku menyebutnya dengan sebutan "Fairy", tapi begitulah yang terlihat oleh ku, rambutnya yang panjang, kulitnya yang putih kekuningan dan halus, wajah yang cantik, dan sepasang sayap yang ada di belakang punggungnya menambah cantik penampilan sosok yang satu ini, dia terlihat sekelebat disebuah pepohonan yang berada sedikit kedalam dari jalur setapak yang kami lewati.

Meski tidak bertemu begitu lama dengannya, aku dapat merasakan ketenangan sesaat ketika sosok ini melintas, rasa tenang dan nyaman itu berhasil menambah tenaga yang benar-benar terkuras saat menerabas mendan dihutan yang satu ini.

2. Grandma's Flying Head
Yup, seperti yang kamu perkirakan, sosok ini benar-benar mengerikan. Awalnya, aku mengira bahwa sosok ini sama dengan sosok sebelumnya, wanita cantik yang melintas ditengah-tengah hutan. Tapi ternyata dugaanku salah, langkah demi langkah matanya mengawasi setiap gerakan kami. Mengikuti kami sepanjang perjalanan dari goa istana ke goa berikutnya (Goa Padepokan).

Sesosok makhluk yang benar-benar memikat perhatian, berwujud nenek tua, dengan rambut yang acak-acakan, terbang kesana kesini , dan yang membedakan adalah, sosok itu hanya kepala saja, yaa, sosok itu hanya kepala saja, tanpa badan.

Terbang kesana kemari diantara pepohonan mengawasi setiap gerak-gerik kami. Karena perwujudannya yang cukup menyeramkan , aku tidak terlalu tertarik untuk memperhatikan, apalagi berkomunikasi dengannya. Hingga aku sendiri tidak sadar, kapan sosok ini menghilang. Menghilang diantara pepohonan yang begitu rapat menutupi pandangan dihutan purwo ini.

3. Half Ox 
Hmmmm, foto ini hanya sebagai perlambangan, namun perwujudan yang terlihat oleh ku tidak seperti ini, dan badannya adalah lembu, itu kenapa kusebut Half Ox, bingung juga aku harus menyebutnya bagaimana, tapi sosok ini adalah sosok yang benar-benar membuatku kagum. Sosok laki-laki setengah lembu, dengan tanduk yang besar, otot yang kekar, warna kulit kemerahan, dan tentunya sebuah Gada besar yang ia pegang ditangan kanannya dan di letakkan dipundaknya.

Lelaki itu memiliki raut wajah yang tegas, meski ia tidak terlihat tidak terlalu terusik dengan kedatangan kami, tapi caranya melihat setiap gerak-gerik kami, menandakan bahwa sosok itu juga tidak bersahabat, dan siap bertindak apabila ia merasa terusik. Tingginya yang kuperkirakan lebih dari 2 meter menambah sangar tampang sosok yang satu ini. Dia hanya mengamati kami dari kejauhan, tanpa melepaskan sekalipun pandangannya dari kami. Meskipun dia terlihat seperti itu, aku mencoba untuk tersenyum dan mengatakan maksud dan tujuan kami yang hanya ingin melintas dan mengunjungi goa-goa yang ada disana tanpa maksud dan tujuan lainnya. Dapat kurasakan getaran energy yang datang darinya sangat kuat. Ia memiliki power yang luar biasa dibandingkan makhluk-makhluk yang ada disekitarnya.

Setelah melihat sosok laki-laki itu, kami sampai disebuah goa yang disebut Goa Padepokan, kelelahan yang mendera, membuat aku tidak sempat mengambil foto goa ini, dan kami hanya melakukan meditasi sebelum melanjutkan perjalanan ke goa lainnya

Peristirahatan yang singkat dan meditasi yang hanya sebentar, membuat aku tidak terlalu konsentrasi, terlebih karena kondisi fisik yang semakin lelah, namun goa ini memberi kesan yang nyaman, karena posisi yang berada diatas membuat aku dapat melihat hutan lebih jauh.

Setelah selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju goa mayangkoro. Menurut sesepuh yang ikut dalam rombongan kami, mayangkoro itu adalah sebutan lain untuk Hanoman. Bagiku cukup masuk diakal, karena banyaknya monyet berubulu abu yang aku lihat berkeliaran disekitar goa tersebut. Diantara kelelahan yang dirasakan oleh team, kami menggunakan sisa-sisa tenanga untuk memanjat ke goa yang terletak ditebing ini.

Expedisiku yang pertama kali ke alas purwo ini, memberi kesan yang sangat-sangat tidak terlupakan, selain pengetahuan tentang bagimana alas purwo dari sisi alamnya, begitu juga dengan wisata supranatural, spiritual, dan budaya yang aku dapatkan. Semuanya memberi kesan tersendiri setelah aku keluar dari hutan ini..

Sekian.

Wassalam


Senin, 23 Desember 2013

Expedisi Alas Purwo [09/12/2012] - The Begins, Purwo , & Goa Istana

Alas Purwo - 2012


Kalo berbicara tentang Alas Purwo pastilah kita fikiran kita akan langsung tertuju pada sebuah hutan yang luas, yang di penuhi pepohonan dan binatang liar.

Ya, Memang benar, alas purwo merupakan sebuah hutan yang termasuk dalam taman nasional. Yang terletak di kawasan Jawa Timur.

Pada cerita kali ini, aku tidak akan menceritakan tentang bagaimana alas purwo itu dari sisi kehutanannya, melainkan aku akan bercerita tentang perjalananku ke hutan ini. Tentang pengalaman supranatural, spiritual, bahkan budaya yang kudapat selama perjalananku ke hutan ini.

Di awali dari kumpul bersama teman-teman ku pada hari jumat malam, kami secara mendadak memutuskan untuk berangkat melakukan expedisi ke Alas Purwo. Keesokan harinya, pukul 11 malem, kami berangkat ber 3, dengan menggunakan mobil.

Skip, akhirnya kami sampailah disebuah rumah yang adalah rumah seorang guru dari temanku. Tanya punya tanya, ternyata beliau sudah mengenal alas purwo lebih dari 33 tahun. Dan sempat bertapa juga di Alas Purwo. Akhirnya berangkatlah kami bersama 3 orang lainnya menuju ke alas purwo.

Meski jalan menuju alas purwo masih sangat rusak, tidak mengahalangi kami untuk tetap melanjutkan perjalanan. Hingga sampailah mataku pada deretan pepohonan yang membentuk lorong seolah-olah kami di sambut oleh pengawal-pengawal kerajaan.

Akhirnya sampailah kami di depan pintu masuk alas purwo ini. Sepanjang jalan masuk hutan ini, telah kurasakan hawa yang sangat menenangkan siapa saja yang berada disana. Selain hawa dari hutan itu sendiri, aku merasakan adanya tarikan energi yang kuat sepanjang perjalanan kami. Dan aku masih memepertanyakan dari mana energi itu berasal.

Akhirnya sampailah kami di tempat parkir, lokasi dimana kami memulai perjalanan ini, dengan hanya berjalan kaki. Dan yang sangat menarik, menurut guru temanku, kami harus berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki. Tanpa banyak bertanya, kami semua mengikuti saran dari guru tersebut. Dan memulai langkah kami, yang kemudian disambut oleh 2 ekor kijang .

Foto itu berhasil aku abadikan melalui kamera digital ku. Aku merasa hutan ini masih sangatlah tidak terjamah oleh orang banyak. Terdapat banyak goa-goa yang telah ditemukan di tempat ini, membutuhkan lebih dari 1 minggu agar dapat mendatangi setiap goa di hutan ini.

Mulai kami melangkahkan kaki, menuju Goa pertama, Goa Istana, yang dulu pernah digunakan oleh Bapak Proklamator kita, sebagai tempat untuk bertapa. 

Sebelum kami sampai di goa tersebut, kami di hadapkan pada sebuah kucuran air, dimana kami beristirahat, mandi, dan mengisi kembali perbekalan yang akan kami bawa untuk meneruskan perjalanan. Perjalanan kami lanjutkan, hingga sampailah aku dihadapkan dengan sebuah goa yang dikenal dengan nama goa istana.

Konon goa istana ini sering digunakan sebagai tempat bersemedi Presiden pertama Indonesia. Yapp,,goa ini diberinama karena sering digunakan oleh bung karno sebagai tempat bersemedi. Goa istana cukup luas, dimana terlihat beberapa orang sedang duduk-duduk disana. Kami, masuk dan beberapa dari anggota kami bersiap melakukan meditasi didalam goa ini.

Aku memutuskan untuk mengambil gambar-gambar goa terlebih dahulu, karena goa ini begitu "ramai" sehingga menarik keinginanku untuk mengabadikannya dalam gambar.


Goa ini memiliki sebuah goa kecil lainnya didalamnya, disana gue dan team lain bersiap untuk melakukan meditasi.

And the story begins.....

Saat aku lagi khusyuk berzikir didalam goa, tiba-tiba sekelebatan cahaya biru jatuh tepat didepanku, dimana cahaya itu juga terlihat oleh anggota team yang lainnya. Tapi tak satupun bergeming, semua kembali mengkosentrasikan pada fokusnya masing-masing.

Semakin dalam aku masuk kedalam keheningan meditasi itu, perlahan ku dengar derap kaki berlarian, seperti ribuan pasukan yang berperang dimedan pertempuran, apa ini ? .. sesaat kemduian kudengar suara tabuh gamelan yang mendayu-dayu membuat suasana tengan,,sampai akhirnya dihadapanku berdisi sesosok laki-laki yang dalam perwujudan seseorang yang siap bertempur, lelaki itu memiliki enam lengan dan setiap lengannya membawa senjata. Durga ? Bukan! aku dapat melihat jelas bahwa wujud yang berdiri didepan ku itu adalah seorang pria, bukan seorang wanita.

Lelaki itu semakin mendekat kepadaku, janggutnya yang panjang dan wajahnya yang berkharisma membuat semakin gagah ia tampak, lelaki itu tak berbicara sepatah katapun, hanya memandangi ku dari tempatnya berdiri.

Sesaat kemudian, meditasi dihentikan, karena dirasa sudah cukup, dan setelah kami bergegas ingin keluar dari goa itu, tiba-tiba dihadapan ku jatuh sebuah benda dari langit-langit goa, dan langsung tenggalam dalam genangan air yang ada digoa tersebut. Mataku terarah pada lumpur-lumpur yang naik keatas permukaan air, menandakan yang terjatuh adalah benda berat yang mencapat dasar air tersebut, namun saat aku ingin mencari benda itu, teman ku meyakinkan ku bahwa benda itu adalah kelelawar yang ada digoa itu, kusadari bahwa goa itu memang dipenuhi kelelawar dan aku mengurungkan niat untuk mencari tau benda apakah itu sebenarnya.

Hingga pada suatu saat, lelaki yang sempat terlihat tadi mendatangi ku tadi, datang kembali dan bertanya, kenapa aku tidak menggambil "hadiah" yang ia berikan kepadaku.. disanalah aku tau bahwa benda itu adalah segumpalan batu yang diberikan lelaki yang berdiri didepan ku tadi sebagai "hadiah" yang tidak disebutkan kenapa dan untuk apa.

Itulah sedikit kisah ku mengawali perjalanan dalam expedisi alas purwo diakhir tahun 2012 lalu.

Sekian

Wassalam

Selasa, 08 Oktober 2013

Anjing kah ??

Anjing kah ?? 

Sebelum gue mulai ceritanya, gue mau minta maaf dulu buat yang aktif baca di blog ini...

Banyak yang bertanya kenapa cerita di blog ini jarang di update ? Kehabisan pengalaman kah ? 

Sebelumnya gue mau ngucapin terima kasih juga buat yang setia ngebaca cerita-cerita yang gue share di blog ini. 

Pengalaman itu selalu ada, bahkan gue bisa sebut setiap hari gue mengalami nya. Tapi gue hanya memuat cerita-cerita yang menurut gue menarik dan memang punya kenangan tersendiri. Selain itu kesibukan di kampus dan tempat kerja membuat gue jarang bisa online buat update cerita. Tapi jangan khawatir, cerita tetep bakal update kok :)

Oke, here we go.....

Kejadian ini gue alami waktu liburan semester lalu. Malem itu gue masih melek sampe jam 3 pagi, dan gue lagi asik sama game PS yang baru gue beli, jadilah gue begadang, tanpa persiapan, ternyata gue baru ngeh kalo rokok gue habis, alhasil jam 2 pagi gue keluar buat beli rokok. Ambil baju, nyalahin motor, gue berangkat kedepan buat beli rokok. Selain beli rokok gue juga rencanya mau beli cemilan buat nemenin gue maen PS. 

Keluar dari gerbang rumah ga ada yang aneh, karena gang rumah gue memang selalu sepi jam-jam segitu, yaa wajar lah, tetangga udah pada istirahat, tidur nyenyak , sedangkan gue masih ngalong aja...Lol....

Baru aja gue jalanini motor 10 meter dari gerbang rumah, pandangan gue tertuju pada 1 titik didepan mata gue, ada sosok yang menarik sedang berdiam di tengah gang rumah gue. Jarak gang rumah gue cukup panjang dan cukup lebar juga.

Awalnya gue kira anjing yang memang banyak disini, tapi dari tinggi nya, gue hampir ga yakin kalo yang ada di depan gue itu adalah anjing, karena terlalu tinggi untuk ukuran anjing (walaupun gue pernah liat anjing nyata yang setinggi dada manusia dewasa)/

Pelan tapi pasti gue semakin deket dengan sosok itu, dan saat gue berada kurang lebih 10 menter dari sosok itu, hawa dingin menusuk tiba-tiba gue rasakan. Dan benar saja, ternyata sosok yang berdiri di hadapan gue adalah sosok wanita berambut panjang, namun aneh nya badannya hanya setengah. Damn!!! 

Awalnya gue mau lewat aja, tanpa ada kontak, tapi ternyata gue di tunggu dan memang harus berhenti, alhasil gue berhenti dan matiin motor gue. Ga ada percakapan yang terjadi, tapi gue bingung apa tujuannya ntu makhluk nyegat gue. Pandangannya tajem dan yang bikin miris adalah bentuk mukanya yang berantakan. Seperti kulit manusia yang terlalu lama terendam dalam air.

Yaa karena gue pengen buru-buru beli rokok dan balik maen game lagi, gue minta dia baik-baik untuk pergi, karena gue rasa memang tidak ada urusan yang terlalu penting. Gue hanya berpesan untuk tidak mengganggu lagi, karena gue sendiri ga pernah ngeganggu doi.

Akhirnya doi pergi dengan sendirinya, hawa sekitar sudah tidak sendingin tadi, pelan-pelan gue nyalahin motor dan melanjutkan apa yang jadi rencana gue diawal. Sekembalinya gue dari beli rokok, gue sempet nyari-nyariin entu cewek lagi, tapi ternyata doi udah ga ada. Entah pergi kemana....

Sekian dulu cerita gue kali ini..

Salam...

Selasa, 13 Agustus 2013

Jerit Perih Bayi Hasil Aborsi

Jerit Perih Bayi Hasil Aborsi

Kejadian ini sebenarnya sudah cukup lama gue alami, antara tahun 2011 / 2012 lalu, yang pasti cukup membuka mata gue bahwa semakin banyak kerugian yang akan ditimbulkan, dari ketidakmampuan kita bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan.

Sore itu, terdengar kabar bahwa di sebuah lahan kosong yang terletak tidak terlalu jauh dari rumah gua, ditemukan mayat bayi dengan jenis kelamin laki-laki yang beberapa anggota tubuhnya telah hancur. 

Dari bekas koyakan yang ada di tubuh bayi tersebut, nampak bahwa koyakan itu berasal dari gigitan binatang, yang di perkirakan adalah gigitan dari anjing-anjing liar yang memang cukup banyak di lingkungan gue. Entah siapa yang melakukan, namun jasad bayi itu di bakar begitu saja di pinggir jalan, entah apa tujuannya, namun dari bau yang di keluarkan, tidak dapat di pungkiri bahwa itu adalah jasad seorang manusia.

Entah siapa yang tega melakukan hal itu, tapi yang pasti, selain kejam, tindakan itu benar-benar tidak manusiawi, mengaborsi bayi dan membuang begitu saja di lahan kosong milik orang. Selain menyebarkan bau yang tidak enak, kejadian menggemparkan pun terjadi, selain yang di alami oleh beberapa warga, gue sendiri pun mendapat "hadiah" yang tak terduga dengan kejadian ini.

And the story begin....

Setelah gemparnya berita ditemukannya bayi itu di lingkungan gue, suasanya tidak banyak yang berubah, semua aktifitas terjadi seperti biasa. Tapi gue yang selalu pulang malam, karena setelah bekerja gue harus kuliah, mau tidak mau harus melewati jalan itu agar bisa sampai kerumah gue.

Dan ternyata akhirnya pun terjadi, apa yang sebenarnya tidak ingin gue alami. Dihari ke-2 setelah kejadian ditemukannya mayat bayi itu, seperti biasa gue harus pulang lewat jam 12 malam, dan gue pun memacu pelan motor gue. Selain karena tempat kuliah yang cukup dekat dari rumah, gue juga tidak suka memacu motor terlalu kencang tanpa alasan yang mengharuskan gue memacu kencang kendaraan gue.

Aktifitas di tempat kerja, dan juga di kampus membuat gue terlupa akan kejadian yang telah terjadi kemarin. Lelah yang gue rasakan, memacu otak gue dan hanya satu hal yang gue ingat, yaitu cepat-cepat pulang kerumah dan kemudia beristirahat. Sepanjang jalan hanya hal itu yang gue fikirkan, sambil menghisap sebatang rokok, gue lewati sedikit demi sedikit jalan gue menuju rumah.

Rasa lelah, keingingan beristirahat, dan rasa nyaman gue berkendara seketika berubah menjadi rasa yang begitu aneh dan ga bisa gue ungkapin disaat gue sampai di mulut gang lokasi kejadian itu. Seketika rasa yang mencekam begitu menusuk gue rasain. Entah apa dan gue masih terlupa dengan kejadian itu, meskipun begitu, kewaspadaan gue tingkatkan, gue ga mau "kecolongan" karena melonggarkan kewaspadaan.

Sampailah gue pada jarak 10 meter dari lokasi kejadian, sayup-sayup gue dengar suara tangisan, yaa,,tangisan,,,dan semakin lama semakin jelas, suara itu adalah suara tangis bayi yang memekik seperti bayi yang tidak mendapat susu dari ibunya.
Saat itu gue masih terlupa dengan kejadian yang terjadi dihari sebelumnya, dan gue hanya berfikir bahwa suara bayi itu berasal dari salah satu rumah, yang memang di gang itu cukup padat penduduk.
Tapi semua berubah, pandangan gue terbelalak, jantung gue berdetak sangat kencang, gas motor gue perkecil dan akhirnya gue hentikan sesaat setelah mata gue menangkap gambaran pada sebuah titik didepan mata gue. Kejadian yang ga bakal pernah bisa lu bayangkan, apa yang bakal lu lakuin disaat lu ngalamn apa yang gue alamin.Tak jauh dari tempat gue mengehentkan motor gue, terlihat sebuah benda kecil melayang dan terbang mendekati gue. Awalnya dari kejauhan gue berusaha memacu fikiran gue bahwa yang mendekati gue itu adalah binatang.
Namun, kenyataan tak bisa berbohong, sesosok kepala bayi, yang mungil, menangis menjerit, dengan warna kulit memerah, dan tanpa bagian tubuh lain melayang, mendekat kearah gue. Yaaa..benar, itu adalah kepala bayi , dan hanya kepalanya, tanpa anggota tubuh yang lain melayang, terbang mendekat kearah gue. Pekik tangis bayi itu benar-benar membuat bulu kuduk gue meringding. Perasaan gue benar-benar kacau saat itu, entah apa yang sebanarnya gue rasakan, sedih, marah, kaget, dan bingung harus melakukan apa, bercampur menjadi satu.
Secepat kepala bayi itu terbang mendatangi gue, secepat itu juga otak gue mengingat kejadian sehari sebelumnya, gue teringat apa yang terjadi sehari sebelum kejadian yang gue alami itu, dan celakanya, gue bingung dengan apa yang harus gue lakukan.

Sampai akhirnya, seperti tersentil, kesadaran gue berbalik, dan perlahan gue mulai melakukan hal-hal kecil sedikit demi sedikit. Gue matikan motor, gue standar, dan gue pun mengeluarkan rokok yang ada di kantong gue. Gue bakar rokok , kemudian gue duduk sambil melihat tepat kearah kepala bayi itu.

Sekejap, kepala bayi itu berada tak lebih dari 2 langkah di depan gue. Kepala bayi itu tampak kebingungan, dan menangis sejadi-jadinya, tangisannya sanggup menggores hati siapapun yang mendengarnya. Entah apa yang diinginkan, kepala bayi itu berdiam cukup lama didepan gue, sampai akhirnya gue minta dia untuk pergi, dan perlahan dia pergi meninggalkan gue.

Tak lama setelah kepala bayi itu berbalik dan menjauh dari gue, sebuah suara terdengar , berbisik tepat disebelah telinga gue. Dan suara itu tidaklah jauh dari telinga gue. "Lihatlah,,, betapa kasihan bayi itu, menangis, kedinginan, kebingungan, dia tidak tahu kemana harus pergi, seluruh anggota tubuhnya tidak lengkap, dan yang lebih memilukan, dia kebingungan mencari ibunya, ibu yang telah melahirkannya, ibu yang telah menelantarkannya, dan ibu yang telah MEMBUNUHNYA!!"

Sekejap suara itu hilang, dan gue hanya bisa menangis didalam hati gue, melihat apa yang telah gue alami, dan benar-benar menjadi pengalaman yang berharga buat gue. Anak adalah titipan Allah kepada kita, hendaknya kita jaga, kita rawat, bukan kita perlakukan seperti binatang, bahkan binatangpun sayang pada anak-anaknya..

Sekian cerita dari gue.

Wassalam

Senin, 06 Mei 2013

Pria itu melihat ruhnya meninggalkan tubuhnya

Bali - 2012

Malam itu tiba-tiba terdengar suara hp yang berdering. Kakak gue melihat hp tersebut, dan melihat sebuah pesan singkat masuk kedalam hp nya. 

Kakak gue kemudian memmbaca isi pesan yang masuk kedalam hp nya dengan seksama, pesan singkat yang tertulis tidak begitu jelas namun membuat kakak gue kaget bukan kepalang.

Dengan perlahan kakak gue membaca isi pesan singkat itu, dan akhirnya kakak gue sadar bahwa ada hal genting yang sedang terjadi.
Yun, Kenapa paman melihat, ruh paman seperti akan tercabut dan pergi meninggalkan badan paman ? Tolong beritahu ayahmu, paman takut.
Begitulah isi pesan singkat tersebut, kakak segera keluar dari kamarnya dan mencari ayahnya. Dengan suara yang terbata-bata kakak gue berhasil menceritakan apa yang sedang terjadi, dan kemudian memberitahu semua keluarga yang saat itu memang sedang berada dirumah. Keluarga memutuskan untuk menjemput paman gue yang berada di kampung malam itu juga.Dengan meminjam mobil ditempat kakak gue bekerja dan meminta bantuan pada salah seorang teman di kantornya , dijemputlah paman paman gue. Tepat pukul 00.00 paman gue tiba dirumah gue. 

Dari kejauhan gue liat ada sesuatu yang berbeda pada paman gue, wajahnya terlihat tidak sehat, pandangan matanya kosong, dan tergambar jelas rasa ketakutan pada dirinya. Perlahan dia berjalan menapaki pekarang anrumah gue kemudian duduk di teras kamar kakak gue.

Nyokap gue mulai menayakan apa yang sebenarnya terjadi pada paman gue. Seperti orang kehilangan fokus, paman gue tidak merespon pertanyaan nyokap. Paman gue baru mulai tersadar saat nyokap bertanya yang ke-3 kalinya dan mulai menceritakan hal yang sedang menimpanya.
Aku ga tau apa sebenarnya terjadi, tapi aku melihat ruh ku perlahan keluar dari tubuhku. Hal itu membuatku takut untuk tidur, aku takut jika ruh ku keluar, maka aku tak akan terbangung lagi. aku hampir saja kehilangan kesadaranku, hingga akhirnya aku ambil telfon ku dan ku kirim pesan singkat itu.
Begitulah penuturan singkat paman ku malam itu. Kemudian pamanku dibuatkan secangkir kopi untuk menenangkan fikirannya. Paman ku mulai menceritakan bahwa beberapa hari sebelumnya, ia mendapatkan mimpi-mimpi menyeramkan yang membuat ia sering ketakutan untuk tidur, dan pernah juga ia bermimpi salah seorang sodara sepupunya datang ingin membunuhnya, dan kemudian terjadi perkelahian antara paman gue dan sodara sepupunya didalam mimpi itu.

Tak sempat paman ku berhenti bercerita, kemudian bokap gue memegang tengkuk paman gue dan, BRAKKK!!!! paman gue jatuh tersungkur diteras kamar itu. Gue yang sedari tadi sudah bersiap mengambil posisi, dan memegangi ke-2 kaki paman gue, begitu juga dengan seorang paman gue yang lain, kemudian memegang ke-2 tangan paman gue.

Tak lama , bokap gue mengambil posisi diatas kepala paman gue, dan saat tangan bokap gue mulai menyentuh leher paman gue, tiba-tiba tubuh paman gue yang tadinya tertidur pulas, tiba-tiba memberontak, berteriak kesakitan, tangan dan kakinya mulai mengejang, dan yang membuat gue tidak bisa lupa adalah, tiba-tiba halaman rumah gue dipenuhi dengan bau bangkai.. Yaaa,,bau bangkai yang sangat menyengat. Bau itu tercium sangat jelas, dan seluruh keluarga gue pun menciumnya juga. Disanalah keluarga gue  gue mulai menyadari bahwa paman gue terkenda serangan secara Gaib. yaa,,paman gue sedang terkena serangan secara gaib.

Tiba-tiba paman gue mulai mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas, dan mulai berbuat sesuatu yang tidak normal. Paman gue mengeluarkan suara yang begitu berat, dan gue sangat sadar itu bukan lah suara miliknya. 

Bokap gue mulai berbicara, dan menanyakan siapa yang sedang berada di dalam tubuh paman gue, untuk memastikan apakah makhluk itu adalah makhluk dari alam gaib yang marah karena paman gue pernah berbuat salah, ataukan makhluk itu adalah suruhan dari seseorang untuk menyakiti paman gue. 

Makhluk itu membisu, tidak menjawab pertanyaan Bokap gue. Hanya mengeluarkan suara erangan yang mencirikan bahwa makhluk itu sedang kesakitan. Bokap gue terus bertanya, dan begitu juga makhluk itu tetap tidak mau menjawab. 

Melihat fisik paman gue yang cukup lemah pada malam itu, bokap gue memutuskan untuk menghentikan proses itu , karena khawatir fisik paman gue tidak kuat untuk melewati proses terseut. Alhasil, paman gue dibiarkan tertidur, dan proses akan dilanjutkan dihari lain. Yang ditentukan oleh bokap gue.

Hingga hari yang ditentukan itu tiba, seluruh keluarga sudah berkumpul dirumah gue, peralatan untuk proses tersebut sudah disediakan, dan proses sebenarnya pun dimulai. Bokap memanggil paman gue dan menyuruhnya untuk duduk tenang terlebih dahulu. Dan lagi-lagi, tepat ketika tangan bokap gue menyentuh tengkuk paman gue, BRAKK!!! tubuh paman gue kembali terjatuh.

Seperti malam di saat paman gue baru tiba dirumah, proses itu kembali diulangi dan disini terungkaplah siapa makhluk yang berada dalam badan paman gue, dan apa tujuannya berada disana. Sangat mudah mengenali, sangat mudah untuk mengetahui siapa yang menyuruh makhluk tersebut untuk menyakiti paman gue. 

Saat makhluk tersebut mulai berbicara, makhluk itu beribacara dengan gaya bicara orang yang menyuruhnya, dan menceritakan kenapa dia berada disana, apa tujuannya, dan apa yang ingin dilakukannya. Iri, dengki, dan rasa tidak suka lah yang melatar belakangi semuanya. 

Akhirnya bokap gue memerintakhan makhluk itu untuk pergi dari tubuh paman gue. Diawal makhluk itu tidak mau pergi, dan tetap bertahan pada tubuh paman gue, namun bokap gue yang sudah tidak mau bertoleransi lagi, menyuruh makhluk itu pergi dengan keras, dan akhirnya makhluk itupun berhasi dikeluarkan dari tubuh paman gue.

Dan setelah kejadian itu, orang yang menyuruh makhluk itu untuk menyakiti paman gue, mengalamai beberapa hal aneh, dan mendapat sakit yang entah apa penyebabanya. Namun keluarga gue yang sudah mengetahui kejadian itu, hanya berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

Sekian Dulu cerita gue kali ini. Semoga Kalian Terhibur :)



Sabtu, 27 April 2013

Berdirilah Dibelakangku, Cucuku !

Dateng lagi nih cerita dari gue, gue teringat kejadian ini  karena semalem gue kembali mengalami kejadian yang hampir sama dengan kejadian ini, walaupun tidak sepenuhnya sama, tapi Beliau kembali menemui gue semalam.

Bali 2009/2010, Malam itu badan gue tiba-tiba panas tinggi, tapi aneh karena badan gue menggigil tanpa henti. Entah kenapa walaupun badan gue panas tinggi, tapi gue merasa kedinginan, gue menggigil sejadinya. dan menarik selimut untuk menutupi badan gue.

Ditengah sakit yang gue rasakan, mata gue perlahan terpejam dengan sendirinya, gue mendapati kamar gue seperti sedang ramai dan penuh sesak. Entah dari siapa, apa, atau darimana "mereka" datang, gue mampu merasakan semakin lama kamar ini semakin penuh sesak. 

Suara mereka tidak begitu jelas, dan bukan seperti suara manusia, tapi lebih seperti suara dengkuran nafas binatang. Perasaan gue semakin kacau, gue yang sedang sakit, tidak bisa berbuat banyak dengan apa yang terjadi di kamar ini. Hingga akhirnya kesadaran gue hilang dan gue terbangung pada sebuah tempat yang lebih menyerupai tanah lapang namun tidak ada setitik pun cahaya disana.

Gue kaget sejadinya, dan tidak tau harus pergi kemana. Kedua mata gue hanya berusaha mencari tau sejauh mereka dapat melihat. Tapi tetap saja tak satupun ada yang terlihat. Hingga akhirnya terdengan ribuan bahkan ratusan ribu langkah kaki datang mendekat kearah gue. Suara-suara kaki itu sangat menakutkan, dan terkesan penuh amarah seperti layaknya ratusan ribu pasukan dimedan tempur yang haus dengan darah dari para musuh-musuhnya.

Hingga akhirnya gue dikagetkan dengan kedatangan seorang pria tua, berpakain serba hitam, bersorban hitam, dan membawa sebuah tongkat ditangan kanannya. Beliau datang dari balik gelapnya keadaan disekitar gue. Tapi sangat aneh, dengan munculnya Beliau, suara-suara langkah kaki itupun hilang entah kemana.

Beliau datang dengan wajah yang ramah, tersenyum hangat pada gue, dan mengucapkan salam. Gue hanya terdiam, dan tidak tau harus berbuat apa. Hingga akhirnya gue kembali dikagetkan dengan datangnya ribuan bahkan mungkin ratusan ribu binatang berwarna hitam dibelakangnya. Mereka secara bersamaan dan serentak mendekat kearah pria tadi, dan semakin lama jumlahnya semakin bertambah. 

Gue mencoba untuk memperjelas pengelihatan gue, dan ternyata, yahhh,,,binatang-binatang itu adalah macan kumbang, dengan tubuh yang berwarna hitam legam, tatapan mata penuh amarah dan sanggup membuat tunduk nyali lawan yang berada di depan mereka.

Pria itu kembali mendekati gue, dan kembali mengucap salam. Konsentrasi gue pecah, dan seketika itu juga pandangan gue kembali tertuju pada pira yang berdiri dihadapan gue ini. Gue menjawab salam dari beliau, dan akhirnya gue memberanikan diri untuk lebih mendekat. Kamipun berbicara dan gue bener-bener teringat dengan pesan yang beliau sampaikan saat itu.

"Kamu tidak usah takut cucuku, berdirilah dibelakangku agar tidak 1 pun "mereka" yang ingin menyakitimu dapat menyentuhmu  tanpa melewati kami yang berada disni".

Gue bingung dan jujur tidak mengerti dengan maksud dari kalimat yang keluar dari bibir Beliau, hingga akhirnya aku berdiri dibelakang beliau dan saat itu juga satu per satu macan kumbang itu berdiri mengelilingiku. Mereka membuat lingkaran disekitarku, dengan pandangan yang tetap mengarah kedepan.

Disaat itulah mataku tertuju pada titik dimana mata mereka memandang. Dan gue kembali kaget dengan pandangan yang ada di hadapan gue. Dihadapan kami berdiri beberapa sosok yang sangat menyeramkan, dengan penggambaran wajah bukan wajah manusia, namun beberapa dari mereka bertubuh layaknya manusia.

Dari cara mereka berdiri menghadap kami, aku bisa melihat bahwa mereka tengah bersiap untuk menyerang, entah apa yang terjadi, satu persatu dari mereka maju menyerang dengan penuh nafsu dan amarah. Tapi disaat yang bersamaan juga satu persatu dari mereka terjatuh, tersungkur ditanah dan hilang begitu saja seperti asap.

Disaat 4 dari mereka sudah tersungkur dan menghilang, keadaan sempat menjadi tenang, tidak ada lagi yang mencoba untuk maju menyerang dan hanya berdiam pada posisinya. Hingga akhirnya datang 1 sosok dimana sosok tersebut berbadan besar, memiliki 2 tanduk dikepalanya, mata nya yang bulat melotot tajam kearah kami. Dengan membawa sebuah senjata yang menurut gue lebih menyerupai golok, dia perlahan melangkah maju dan ingin menyerang.

Diikuti oleh beberapa sosok dibelakangnya pria itu maju dengan langkah teratur dan datang kepada kami dengan amarah sejadi-jadinya. Gue hanya bisa diam melihat mereka maju menyerang, jujur gue takut, gue merasa tidak memiliki tenaga sedikitpun, bahkan untuk menggerakkan bibir dan meminta tolong. Badan gue dipenuhi keringat yang menetes sangat deras.

Hingga saat mereka sudah sangat dekat, Pria tua yang berada didepan gue menghentakkan tongkat yang ia pegang sebanyak 3x ke tanah. Dan seketika itulah satu persatu macan kumbang yang berada di samping gue berlari secepat kilat kearah sosok-sosok yang datang menyerang itu. Semakin lama jumlah yang berlari semakin banyak, satu persatu sosok itu di terkam dan di gigit bahkan di cakar-cakar oleh macan-macan itu.

Gue hanya diam, bengong dan melongo melihat kejadian yang saat itu ada di depan mata gue. Dan dalam sekejap mata satu persat sosok itu tersungkur dan menghilang. Mereka Hilang! hilang dan pergi entah kemana. Sampai akhirnya gue benar-benar tersadar saat gue dengan suara ledakan yang cukup kuat dari luar jendela kamar gue. Dan disaat itu juga mata gue terbuka, dan sejenak gue tersentak karena mencium bau anyir darah dikamar gue, Yaaa !!! Bauuu Darahhh !!!! Kamar Gue Dipenuhi Aroma Anyir Darah !!!!

Gue hanya bisa terduduk, gue linglung, dan bingung, apa yang sebenarnya terjadi tadi. Mimpikah gue ? Berhayalkah gue ? Berhalusinasi kah gue ? Namun yang pasti, saat terbangun gue merasa badan gue sangat ringan, suhu tubuh gue normal, walaupun badan gue basah karena bercucuran keringat. Dan karena terbangun, gue kemudian menghidupkan lampur kamar gue, dan melihat kearah jam, ternyata saat itu baru jam 2 malam. Dan karena badan yang sudah enakan, gue terbangun untuk melakuan Solat Malam.

Sekian cerita dari gue, semoga pembaca terhibur :)

Jumat, 26 April 2013

Dibangunin Tangan Buntung Dan Ular Hitam

Kejadian ini baru aja terjadi, dan bener-bener masih fresh banget di otak gue. waktu itu gue inget banget gue berniat nonton semifinal Liga Champions antara Madrid VS Dortmund.

Tapi karena tiba-tiba mata gue ngantuk banget dan gue tau gue ga sanggup lagi buat begadanga, akhirnya gue pasang "sleep" di tivi gue, dan lampu kamar gue pun gue matikan semua.Perlahan namun pasti, mata gue semakin berat dan semakin berat. Gue perlahan tertidur dengan 1 tangan menutupi mata gue.

Sebelum tidur gue sempet liat jam dikamar gue yang nunjukin angka 3 waktu itu, dan gue memang berniat tidur sebentar sebelum subuh dateng. dan akhirnya gue pun tertidur dengan lupa nyetel alarm gue.

Dalam tidur gue itu, gue sempet bermimpi yang gue sendiri ga begitu bisa ngeinget mimpi gue itu, yang pasti gue bermimpi yang cukup membuat tidur semakin nyenyak lah (No Negatif Thinking yak).

Tapi entah kenapa, saat gue tidur , gue bisa merasakan badan gue itu lelah banget (dalam bentuk nyata, seperti habis olah raga). dan semkain lelah, sampe akhirnya pada titik dimana gue mencoba untuk menggerakkan badan (miring kesamping).

Tapi dengan miringnya badan gue tadi, kejadian itupun gue alami. Sayup-sayup gue denger suara disebelah telinga gue. awalnya gue ga terlalu sadar dengan suara apa yang ada disebelah telinga gue. dan gue pun kembali melanjutkan tidur gue.

Sampe akhirnya sebuah tangan memegang tangan gue. Yeeahhh!!! That's a HAND!!!!!! Dalam tidur itu gue mencoba untuk tidak memperdulikan keadaan itu, berharap itu hanya perasaan gue. tapi karena tangan itu dingin dan ga ada yang pernah masuk kamar gue sepagi itu, akhirnya gue buka mata.

Disini lah gue akhirnya harus menerima bahwa yang gue alami itu bukan dalam mimpi :ngakak Sebuah tangan yang sangat kurus menggenggam tangan gue, dan seekor ular hitam melingkar tepat di sebelah kepala gua !!!

Gue yang tadinya tertidur pulas, seketika melompat terbangun dari tempat tidur gue, dan berusaha melepas tangan buntung itu, yang memegang erat tangan gue. Tapi begitu gue lempar tangan itu kelantai, tangan itu kembali "melompat" ke arah tangan gue dan memengan tangan gue sangat erat.Gue yang emosi, kemudian kembali melepas tangan itu dan kemudian berusaha untuk meraih tombol lampu dikamar gue. 

Dan saat lampu gue menyala, entah kemana tangan dan ular itu pergi. Gue berusaha mencari disekitar kamar, tapi tangan dan ular itu tidak kunjung gue temukan. Dan gue baru tersadar saat melihat ke arah jam. Ternyata sudah masuk waktu subuh, dan akhirnya gue mengerjakan yang jadi kebutuhan gue, dan menganggap tangan buntung dan ular tersebut merupakan alarm dari alam buat gue :)

Sekian dulu yak ceritanya, semoga terhibur :kiss

Alam Ashura Lapis Ke-13


Udah lama banget ga share cerita nih, baru bisa share lagi setelah ada koneksi lagi dirumah :D


Cerita ini sebenernya udah lama, tapi cukup membekas di fikuran gue yang sampe saat ini masih jelas tergambar tiap detik waktu yang gue lewatin saat itu.

cerita ini juga bukan cerita horor karena menurut gue ini lebih ke pengalaman yang membuat gue semakin menyadari masih banyak rahasia yang belum gue ketahui di dunia ini.

Januari 2013, saat itu gue lagi bingung dan ga tau harus ngelakuin apa, ga ada kerjaan, akhirnya gue coba untuk duduk tenang (Meditasi Red.), 

Gue mulai mencari ketenangan dengan mengingat siapa diri gue, siapa yang telah gue sakiti hari ini, kejahatan apa yang telah gue perbuat hari ini, dan kebaikan apa yang belum gue perbuat hari ini.

Semakin gue tenangkan fikiran, alam sadar gue semakin hanyut dalam ketenangan, sampai dimana gue mulai menembus batas antara alam nyata ini , dan alam sebrang sana yang menurut gue memang ada. sekali lagi menurut gue memang ada.

Sedikit demi sedikit namun pasti satu per satu sosok aneh itu datang di hadapan gue, mencoba mengganggu apa yang sedang gue kerjakan. Namun dengan cepat gue kembalikan ketenangan yang memang gue cari tersebut ke posisinya.

keadaan semakin membaik, rintihan tangis , suara teriakan, gamelan lirih yang awalnya terdengar jelas di telinga gue, mulai menghilang. hingga akhirnya gue temukan diri gue sedang berada pada tempat sunyi yang sangat lapang, dan tak ada 1 orang pun disana.

Sejauh mata memandang hanya kosong yang gue lihat. hingga akhirnya sesosok pria yang menurut gue cukup unik datang menghampiri gue. membawa pedang ditangan kanannya dan tamen berwarna perak di tangan kirinya. dia menggunakan penutup wajah yang memberi kesan gagah dan berani pada dirinya.

Dia datang dan membungkukan sedikit badannya kemudian memberi salam pada gue. Gue bingung , takjub, dan hanya terdiam melihat kedatangannya. Dia tidak berbicara sepatah katapun, tapi gue seakan-akan mengerti apa yang dia ucapkan. Gue ngerasa dia meminta gue untuk mengikutinya.

Gue coba nyari ilustrasi yang paling tepat sesuai gambaran sosok pria tersebut. tapi susah banget..dibawah ini adalah gambar yang paling mirip menurut gue.


Setelah gue fikir dengan keadaan yang sunyi itu, akhirnya gue putuskan untuk mengikuti pria tersebut. Dia menuntun gue menembus lorong gelap yang membawa gue entah pergi kemana, kecepatan yang dia miliki sangat tinggi. meskipun gue bisa menikmati saat menembus lorong tersebut, tapi dengan sekejap mata gue sudah berada pada sebuah tempat.

Gue lihat sebuah gerbang, dimana gerbang tersebut dijaga oleh 2 orang pria lain, yang hampir mirip dengan pria yang menjemput gue tadi, namun ke 2 pria tersebut. Tidak membawa senjata selengkap pria yang menjemput gue tadi, kedua pria itu hanya membawa sebuah tombak panjang dengan ujung tombak yang menyerupai payung tertutup.

Kedua pria itu membungkuk dan memberi hormat pada pria yang menjemput gue tadi. dan seolah-olah memberi kami jalan, karena menggerakkan tombak yang awalnya menghalangi jalan menuju gerbang tersebut.

Disini walaupun tidak sepatah katapun keluar dari mulut pria yang menjemput gue tadi, tapi lagi-lagi gue mengerti bahwa dia ingin membawa gue kedalam gerbang tersebut.

Disini sempat keluar keraguan dalam hati gue, ada rasa pesaran namun ada rasa takut juga yang keluar dari dalam diri gue. fikiran gue tercampur aduk. namun saat rasa penasaran tersebut mengalahkan segalanya, gue memutuskan untuk masuk kedalam gerbang itu.

Namun saat gue mulai melangkahkan kaki kanan gue, seketika gue seperti tertarik dan kesadaran gue kembali pada posisi badan gue yang masih terduduk dikamar gue.

Secepat mata gue sudah kembali pada posisi awal gue sebelum mengalami hal-hal tersebut. Gue hanya terdiam, terengah-engah, dan masih memikirkan hal yang baru saja terjadi pada diri gue. 

Gue kemudian memutuskan untuk berhenti dan melakukan aktifitas gue yang paling gue demen, yaitu Maen PS.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut , gue bertemu dengan seorang teman gue dan menceritakan kejadian yang gue alami itu,, dan menurut teman gue, yang tempat yang gue datangi itu adalah gerbang menuju Alam Ashura Lapis ke-13. Dan ada tujuan tersendiri kenapa gue dijemput langsung dan diajak ketempat itu.

Namun, apakah tujuannya,, itu rashasia yak,, ga gue ceritakan disini..

Sekian Cerita dari gue, senang bisa berbagi cerita lagi 

Rabu, 19 September 2012

Pocong Tikungan Jalan

Bali - 2008

Dateng lagi cerita dari gua, yang sebenernya bukan pengalaman baru sih, kejadian ini udah cukup lama gua alami. Tapi, tak apa lah, gua share juga disini.

Cerita ini terjadi waktu gua masih duduk di kelas 2 SMA. Pasti pada tau kan kebiasaan anak SMA itu mesti suka ngumpul-ngumpul bareng temen kalo malem hari. Sama aja seperti gua yang demen ngumpul malem hari, cuma bedanya disini, tempat ngumpul temen-temen SMA gua itu di tempat gua kerja. Yaa, gua emang harus bekerja buat nambah-nambah duit jajan gua disekolah.

Waktu SMA dulu, gua kerja di sebuah warnet yang berjarak 15 menit dari rumah gua. Gua kerja dari jam 5 sore ampe jam 2 malem, kadang kalo libur gua lebih suka pulang pagi.

Hari itu seperti biasa gua siap-siap berangkat ke tempat kerja gua karena gua liat cuaca semakin gelap karena mendung dan memang lagi musim penghujan. Gua persiapkan semua peralatan yang harus gua bawa, jas hujan, tas, dan juga buku-buku pelajaran gua, karena saat itu gua lagi banyak tugas.

Awalnya ga ada hal-hal ane yang gua rasain, karena hari itu berjalan seperti biasa. Dan sewaktu gua sampai di tempat kerja gua, hujan gerimis sudah mulai turun. Gua termasuk beruntung karena setelah sampai di tempat kerja, hujuan yang gerimis mulai menderas. 

Gua mulai bekerja, dan menjalani rutinitas di tempat kerja seperti biasa. Hingga waktu menunjukkan pukul 01.00 Pagi. Gua mulai bergegas untuk cek stok dan rekap billing karena bentar lagi jam kerja gua bakal abis. Saat gua lagi cek stok, ujan turun amat deres, dan gua ga mungkin menerobos, karena walaupun gua pake mantel, gua bakal tetep kebasahan karena hujannya deres bener. 

Namun, waktu selesai dan bertukar shift jaga, hujan tiba-tiba berenti, dan gua berfikir, itulah kesempatan gua untuk pulang. Tanpa fikir panjang, gua langsung persiapkan kendaraan untuk pulang. Dan karena tempat kerja gua ga terlalu jauh dari rumah ,gua emang sering banget ga pake helm ke tempat kerja.

Tepat pukul 02.00 pagi gua mulai menjalankan kendaraan gua. Dengan hati-hati gua melajukan kendaraan gua, karena jalan yang cukup banjir saat itu. Sepanjang jalan, gua baru tersadar, sewaktu itu jalanan sepi banget, ga ada satupun motor yang lewat. Hinggu tepat di tikungan pertama gua ngalamin kejadian ini.

Tikungan yang terletak di belakang kamar mayat rumah sakit tempat gua itu, sebenernya memang menjadi tempat yang punya sejarah panjang, karena saat tragedi bomb bali 1 terjadi, banyak mayat yang di letakkan di lapangan tepat di sebelah tikungan jalan tersebut.
Ga pernah sedikitpun terlintas di fikiran gua bakal ngalamin kejadian ini. Dimana saat gua semakin dekat dengan tikungan tersebut, jauh di sudut pandang mata gua terlihat sebuah atau mungkin sesosok benda putih yang setinggi orang dewasa berdiri tepat di sudut tikungan itu. Perlahan namun pasti gua mendekati tikungan itu, dan akhirnya tampak jelas di mata gua sesosok pocong sedang berdiri di tikungan itu, wajahnya yang hitam legam menatap kearah gua, gua sempet shock, dan hampir saja kehilangan kendali. Namun, dengan sekejap kerlipan mata, pocong itu tiba-tiba menghilang dan tak ada lagi di tempatnya.

Gua kemudian tancap gas dan cepet-cepet pengen pulang kerumah. Dengan badan yang gemetaran gua tetep menyeimbangkan kendaraan hingga akhirnya pintu rumah gua pun terlihat. Dengan sangat cepat gua parkir kendaraan gua dan gua segera bersihin badan gua, untuk segera kembali ke tempat tidur.

Keesokan harinya, tanpa jelas siapa yang memulai pembicaraan gua bercerita ke temen-temen gua bahwa semalem gua melihat seosok pocong di tikungan depan, dan dengan tidak terduga-duga temen gua yang tinggal disekitaran sana, mengatakan hal yang sama. Bahwa mereka juga sering melihat keberadaan pocong tersebut.

Tanpa ambil pusing, gua coba untuk tidak mengingat kejadian yang pernah gua alami tersebut, karena gua ga mau kejadian itu menjadi sebuah trauma dalam diri gua.

Sekian Cerita gua kali ini.

Salam. 
 

Image Source

Senin, 17 September 2012

Si Kerdil Yang Jahil

Bali-2012

Kejadian ini gua alami waktu adek gua mengalami kecelakaan motor sewaktu dia mau berangkat training. 

Waktu itu gua yang baru pulang kerumah, dapet kabar dari nyokap gua kalo adek gua mengalami kecelakaan dan motor yang dikendarainya rusak parah.

Gua dan keluarga gua langsung berinisiatif untuk ngambil tuh motor yang masih terbengkalai dijalan untuk gua bawa pulang supaya bisa di perbaiki.

Lokasi kampung gua yang berjarak 1 jam dengan kendaraan, dan kondisi motor yang rusak berat, mengharuskan gua dan keluarga gua menggunakan mobil dengan kap terbuka untuk mengangkut motor itu kerumah gua.Setelah gua dan keluarga melakukan perundingan, akhirnya kakak gua memutuskan untuk menggunakan mobil kantor untuk mengangkut motor itu kerumah gua. 

Waktu yang sudah menunjukkan pukup 10.30 malam memaksa kami harus bergegas menyelesaikan perkerjaan ini, karena keesokan harinya banyak dari kami yang harus bekerja. Gua, Nyokap, 2 kakak gua dan Ipar gua segera meluncur ke kantor kakak gua untuk mengambil mobil yang bakal gua gunakan untuk mengangkut motor adik gua.

Nah, kejadian ini terjadi tepat di garasi mobil kantor kakak gua. Gua emang udah sering banget ngedenger dari kakak gua, bahwa penunggu kantor kakak gua rada usil. Namun, itu sebatas cerita kakak gua, dan belum pernah gua alami. Dengan sedikit rasa penasaran gua masuk ke dalam garasi mobil itu.

Saat gua masuk, tidak terlalu terasa hawa yang berasal dari dimensi lain yang gua rasakan, mungkin karena kondisi saat itu gua bersama 2 kakak gua berada digarasi itu. Tanpa berfikir lebih jauh, gua segera membuka pintu garasi agar mobil bisa keluar. Setelah mobil itu keluar, gua yang diminta kakak gua masuk kedalam garasi itu dengan tujuan menutup pintu, karena harus ditutup dari dalam.

Saat gua masuk kedalam garasi tersebut, barulah gua mengalami apa yang selama ini kakak gua ceritakan. Di sudut kanan garasi tersebut terlihat sepintas seorang anak kecil yang sedang menatap kearah gua. Dengan matanya yang merah menyala, ia menatap penuh amarah kearah gua. Belum saja pandangan gua jelas dengan keberadaan makhluk itu, mata gua kemudian mengarah kesisi kiri garasi itu, dan pemandangan lain gua rasakan. Sesosok makhluk tinggi besar terlihat diantara pepohonan yang membuat tubuhnya tersamar oleh daun-daun dari pohon tersebut.

Namun, gua kemudian segera mengalihkan pandangan, karena teringat akan keberadaan makhluk kerdil yang sedari tadi memandangi gua dengan penuh rasa marah. Belum lama gua memalingkan pandangan, si makhluk kerdil tersebut, berdiri tepat didepan gua. Tubuhnya yang setinggi lutut orang dewasa, matanya yang merah dan wajahnya yang menyeramkan membuat gua tersentak dengan keberadaannya dihadapan gua. Wajahnya yang mencerminkan kemarahan membuat gua merasa tidak nyaman. Hingga akhrinya gua sedikit menunduk dah berkata padanya. "Jika kamu masih mau disini, silahkan tinggalkan saya sendiri. Jika tidak, maka saya tidak akan melepaskan kamu!"
 Terlepas dari perkataan gua tersebut, gua melihat reaksi yang tidak baik dari dia. Namun entah apa yang terjadi, makhluk tersebut akhirnya pergi kearah belakang garasi dan menghilang ditengah kegelapan. Akhirnya gua keluar dari garasi tersebut dan melanjutkan perjalanan gua untuk mengambil motor adek gua.

Sekian cerita gua kali ini

Salam.
Image Source

Selasa, 04 September 2012

1 Rumah Dengan 7 Jin Islam

Bali - 2006

Saat gua berumur 15 tahun, gua tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil di bilangan Denpasar - Bali.

Rumah itu sudah sangat lama tidak ada yang menempati. Bangunan sederhana dan sudah lama kosong, sangat mungkin menjadi tempat berdiamnya para makhluk gaib.

bokap gua, memutuskan untuk menyewa rumah itu sebagai tempat kami berdiam.
Hari pertama gua merasa ada yang aneh dilangit2 rumah gua, tapi gua mencoba membiasakan diri dengan perasaan itu.

Sampai pada suatu hari tanpa tau siapa yang memulai gua dan bokap gua berbicara tentang jin.

bokap gua mengatakan ada 2 kalangan Jin , KAFIR DAN ISLAM, bahkan ada pula jin IFRIT.
gua tertarik dengan bagaimana sebenenarnya Jin Islam, bokap gua bercerita panjang lebar

Jin Islam tak ubahnya dengan umat muslim, bershalat 5 waktu, menyembah kepada Allah SWT. Mengaji, berpuasa. layaknya umat muslim.

Lalu, siapakah jin KAFIR ?? Mereka adalah jin yang keluar dari jalan Allah, dan melanggar semua perintah Allah. Tidak ubahnya seperti manusia (Kafir).

Sampai gua bertanya, ada apakah diatas langit-langit rumah kami, bokap gua menjawab.

Dirumah itu terdapat 7 Jin Islam dari 1 keluarga. bokap gua, Ibu, dan 5 anaknya. Sang ayah sudah berumur lebih dari 300 tahun. Dari mana bokap gua tau ? Lamanya usia jin dapat dilihat dari sepanjang apa janggut yang di milikinya. Dan untuk jin kafir dapat dilihat dari sepanjang apa lancip pada kupingnya

bokap gua juga bercerita,setiap kami bershalat, seluruh keluarga jin ikut bershalat dibelakang kami, Saat kami mengaji, sang jin pun ikut mengaji.

Karena pada hakikatnya kami sama, Menyembah Allah SWT. Tapi, apakah ini termasuk kerja sama dengan jin ? bukankah itu dilarang oleh Allah SWT ?? Dan bagaimana hukum jika kita bekerja sama  dengan Jin, baik islam maupun Kafir ?

bokap gua menjawab, Sholat berjamaah bukanlah sebuah bentuk kerja sama manusia dengan jin ,tapi itu memang menjadi kewajiban setiap mukmin untuk menyembah Allah swt.

Hukum kerja sama dengan jin tetap lah sama. DILARANG. baik ia jin islam, kafir ataupun ifrit.

Hanya 1 umat Allah yang di Izinkan untuk memerintah jin demi melawan kemunkaran.

Ya,Nabi Sulaiman AS. Dimana untuk membungkam kesombongan ratu balqis,Nabi Sulaiman diizinkan untuk memerintah jin.

bokap gua kembali mengingatkan gua akan kisah itu. Yah, tujuan bokap gua agar gua tidak sekali pun berfikir untuk bekerja sama dengan Jin, baik itu Islam, kafir, ataupun ifrit.

Begitulah pengalamanku tinggal bersama 7 Jin :)

Rabu, 29 Agustus 2012

Wanita Di Lorong Rumah Sakit

Bali - 1995/1996

Gua jadi teringat kisah ini gara-gara tadi gua sempet ngeliatin foto-foto gua waktu kecil. Dimana gua masih culun banget, dan keadaan bali pada waktu itu sangat jauh berbeda dengan yang sekarang. Gua jadi mengenang masa-masa dimana gua masih sering bermain permainan tradisional pada waktu itu. Ok, kita lanjut keceritanya ya.

Pada waktu itu, bokap gua mengalami sebuah kecelakaan di tempat kerja, dimana kapal yang dikomandani oleh bokap gua terbakar hebat setelah gelas pengukur bahan bakar kapal pecah dan minyak menyambar mesin utama kapal yang menyebabkan kapal terbakar dengan hebatnya. Karena kejadian itu bokap gua harus mendapat perawatan intensif disebuah rumah sakit terbesar di tempat gua karena luka bakar yang hebat yang dialami bokap gua. Nah, kisah ini gua alami sewaktu gua sering menginap dirumah sakit buat nungguin bokap gua.

Malem itu entah kenapa sepanjang lorong sal tempat bokap gua dirawat sepi bener, biasanya orang-orang yang menunggu keluarga mereka yang sakit sangat ramai disana, tapi pada malem itu bener-bener sepi. Gue duduk sendiri diluar karena sebenernya waktu itu belum terlalu malem, sekitaran jam 8 malam, dan itu merupakan jam pemeriksaan bokap gua.Gua akhirnya duduk diluar sambil nunggu nyokap gua yang lagi pulang untuk ambil baju ganti.

Gua ga begitu memperhatikan kalo ternyata gua duduk cuma sendiri disana. Mata gua bertualang kesana kemari, memperhatikan keadaan sekitar rumah sakit. Dan dikejauhan gua tangkap sebuah keberadaan seorang wanit yang berdiri bersandar salah satu tiang-tiang lorong rumah sakit tempat gua duduk. Rambutnya panjang, baju yang digunakan adalah baju terusan bewarna putih. Yang gua inget, wanita itu memiliki tinggi yang standar untuk wanita indonesia, dan perawakannya termasuk seksi, karena bodinya ga terlalu gendut dan tidak terlalu kurus.

Keberadaan wanita itu terus menarik perhatian gua, dia tidak sedikitpun bergerak dari posisi berdirinya, ia terlihat tetap berdiri seperti itu, sama seperti pertama kali gua ngeliat keberadaannya disana. Sempat terbesit difikiran gua untuk datang ketempatnya berada. Gua berdiri dengan maksud menghampuri wanita itu, karena ketidakadanya pergerakan dari wanita itu membuat gua penasaran, apa yang membuatnya tidak bergerak dari tempatnya berada.

Gua baru saja berdiri, dan ingin berjalan ketempat wanita tersebut dengan maksud mencari tau siapa dia sebenarnya, terhenti karena tiba-tiba dokter yang memeriksa bokap gua keluar dari kamar bokap gua, dan sesaat pandangan gua teralihkan pada dokter-dokter tersebut.

Namun gua mulai mendapatkan keanehan disini, sesaat pandangan gua terlepas dari keberadaan wanita tersebut, karena mengarah ke dokter-dokter yang berada dibelakang gua, dan saat gua berbalik hendak menuju wanita itu, Ternyata wanita yang gua lihat tadi sudah tidak ada diposisinya. Ia menghilang entah kemana, sejauh pandangan gua terus mencari wanita tersebut, namun gua tidak berhasil menemukannya. Perasaan gua mulai kacau, dan mulai berfikir apakah yang gua lihat tadi.

Gua bergegas masuk kekamar bokap gua, dan mencari bokap gua. Gua segera menghampiri beliau yang gua lihat belum tertidur. Saat gua menceritakan apa yang gua lihat diluar tadi, bokap gua hanya mendengarkan dengan seksama. Namun saat gua mengatakan gua sempat berfikiran untuk menghampiri wanita itu, gua sungguh tidak menyangka dengan apa yang bakal bokap gua katakatan.

Gua inget betul apa yang bokap gua katakan, beliau mengatakan seperti ini. " Untung kamu ga jadi ngedatengi tuh perempuan, karena bisa aja kamu jatuh pingsan disana setelah ngeliat siapa tuh perempuan. Lain kali kalo ada yang kayak gitu, mending kamu perhatiin dari jauh aja. Soalnya kamu masih kecil"

Setelah gua tanya-tanya kenapa gua ga boleh ngedatengin tuh perempuan, akhirnya gua tau. Bahwa perempuan yang gua lihat tersebut, adalah arwah seorang perempuan yang meninggal karena kecelakaan, dimana kakinya terputus dan setengah dari wajahnya hancur dengan bola matanya yang menjuntai keluar hingga kepipinya.  Menurut bokap gua, bokap gua sering ngeliat tuh perempuan dari balik kaca kamar bokap gua. Memang tuh perempuan arwah gentayangan dirumah sakit itu.

Gua bener-bener kaget dan merasa takut sendiri setelah mengetahui siapa wanita itu sebenarnya. Dan mulai mengerti, mengapa wanita itu tidak bergerak sejak pertama kali gua lihat. Ternyata ia hanya sesosok arwah yang ingin menunjukkan keberadaanya kepada gua.

Sekian cerita dari gua.

Salam
 
 Image Source

Kamis, 23 Agustus 2012

Pulang Bareng Gendruwo

BALI - 2008

Kejadian ini gua alami waktu gua belum mengerti bagaimana cara mengetahui keberadaan makhluk astral disekitar gua.  Tepat saat penggelaran Piala Dunia 2004 di German lalu, gua mengalami kejadian yang menurut gua lumayan unik tapi juga menegangkan.

Dari kecil gua emang udah familiar banget dengan cerita atau pengalaman bersama makhluk astral, tapi gua ga tau pasti sejak kapan gua dapat merasakan keadaan mereka, hingga akhirnya gua bisa tau seperti apa wujud mereka.

Saat kejadian ini terjadi, gua yang masih terhitung awam dengan makhluk astral, tidak sedikitpun pernah membayangkan kejadian ini bakal gua alami. Ok, kita lanjut ke ceritanya.

Saat itu gua lagi nonton pertandingan Sepak Bola kosan kakak gua yang tempatnya ga jauh dari rumah gua. Waktu itu piala dunia diadakan tengah malam, dan selesai dini hari. Gua yang gila bola ga mau kelewatan acara ini, terutama saat pertandingan sudah memasuki 8 besar. Gua yang rada malas nonton sendiri dirumah, mutusin buat pergi kekosan kakak gua dengan maksud mencari teman nonton. 

Akhirnya gua nonton bareng dikosan kakak gua sampai pertandingan terakhir, gua ga begitu inget pertandingan yang mana. Gua yang udah selesai nonton pertandingan bola, akhirnya memutuskan untuk pulang, awalnya sih gua pengennya nginep, tapi ga tau kenapa gua tiba-tiba pengen pulang.

Just information, gua ini demen banget ama pakaian yang berwarna hitam, malah didalem lemari gua cuma ada beberapa potong kemeja warna putih, yang sebagian besar baju SMA dan baju koko. Waktu kejadian ini gua juga make celana silat dan kaos lengan panjang warna hitam.

Gua yang sedang berjalan menuju pager kosan kakak gua, tiba-tiba merasa malem itu lebih sepi dan lebih dingin, perasaan takut atau rasa merinding ga gua rasain , karena gua sendiri emang doyan banget keluar malem-malem, jadi menurut gua hal-hal seperti itu wajar kalo malem, ditambah lagi waktu itu jalan rumah gua belum banyak ada rumah.

Nah, dari cerita yang gua dengar dari bokap gua, katanya dipojokan tikungnan gan rumah gua itu ada penghuni pohon tua yang jadi penguasa makhluk-makhluk astral yang berada disekitaran gang rumah gua, yang besosok tinggi hitam besar, yang disebut genderuwo. Tapi gua ga terlalu peduli, karena menurut gua dunianya dan dunia gua itu berbeda.

Akhirnya gua mulai melangkah keluar dari pagar, dan berjalan sambil membawa gelas yang tadinya gua pake buat minum kopi dikosan kakak gua. Begitu gua jalan 5 langkah dari pager kakak gua, gua ngerasa keadaan semakin sepi. Ga satupun ada kehidupan ataupun motor yang lewat, padahal kalo gua ga salah inget waktu itu masih pukul 1 pagi.

Setelah berjalan 2 menit, akhirnya gua sampai dirumah gua. gua buka pintu gerbang rumah gua. Dan dari sinilah kejadian itu terjadi. Gua yang baru masuk harus melewati rumah utama sebelum menuju kekamar gua. Nah, kamar gua sendiri terpisah ama rumah utama, dan gua harus melewati halaman rumah gua. Dihalaman rumah gua ini, nyokap gua sering ngelepas ayam-ayamnya buat tidur dihalaman. Dan begitu gua lewat, tuh ayam-ayam yang darinya tidur ditanah, langsung pada berterbangan keatas genting rumah gua yang bisa dibilang mustahil buat seekor ayam, karena genting gua termasuk tinggi. Ayam-ayam yang terbang itu pada ribut petak-petok sampe-sampe bokap gua keluar dari kamarnya.

Bokap nanya ke gua. "Ada Apa tuh, kok ayam-ayam pada ribut ? ". "Ga tau, ada ular kali nih." jawab gua singkat sambil nyalahin lampu halaman dan bingung liat-liatin ular. Gua sangka ayam gua pada lari karena liat ular. Maklum waktu itu gang rumah gua masih banyak sawah ama kebon, jadi ular-ular pada suka gentayangan kalo malem. Akhirnya setelah bokap gua keluar tuh ayam-ayam pada diem semua, dan bokap gua nyuruh gua buat masuk kamar. Gua yang ga ngeliat adanya tanda-tanda keberadaan ular, akhirnya cuci kaki, tangan ama muka terus masuk kamar dan tidur.

Keesokan harinya, ga ada tanda-tanda bahwa ada kejadian aneh semalem, tapi setelah gua duduk dan minum kopi diteras, kakak gua yang cewek yang punya kosan waktu gua nonton tuh bola ngampirin gua sambil noyor pala gua. "Lu tuh, kalo pulang ga usah bawa temen napa." Kakak gua dengan asiknya noyor pala gua sambil ketawa-ketawa. " Emang napa ? ". jawab gua sambil bersihin kopi yang meluber kemulut gua gara-gara ditoyor. " Tuh, Babe bilang lu semalem pulang bawa Gendruwo!!!". Sambung kakan gua.."Hah!! Yakin lo ?? Perasaan semalem gua ga ngerasa apa-apa", jawab gua singkat sambil bakar rokok.." Elo sih emang ga ngerasa apa-apa, tapi ayam-ayam pada terbang semua, terus ribut-ribut tengah malem!!". Kakak gua pergi gitu aja kedapur.

Disitu gua baru sadar bahwa kejadian semalem itu bukan gara-gara ular, tapi gara-gara gendruwo ikut pulang ama gua, jadi mereka pada ketakutan dan pada ribut semua. Tapi anehnya, kenapa bokap  ga cerita ke gua waktu malem ntu, alhasil disanalah gua baru tau bahwa tuh makhluk ngikutin gua kerumah. 

Sekian dulu cerita gua kali ini. Semoga bisa menghibur.

Salam

Rabu, 25 Juli 2012

Bali - 1994/1995 Kakek Tua Bersorban Putih

Sebagai bocah ingusan yang masih belum mengerti apa2, aku tak ubahnya seperti bocah lain, gemar bermain seharian

Hingga disuatu hari, karena lelah bermain, aku tertidur di ruang tamu rumah ku. Karena kelelahan, aku tertidur sangat pulas, tapi aku memiliki sebuah masalah tidur saat terjadi hujan petir, aku pasti terbangun dari tidurku, dan ketakutan "mungkin inilah yang di sebut phobia".

Namun, kali ini tak seperti itu, aku tertidur di ruang tamu rumah ku, namun kali ini aku terbangun bukan lantaran hujan petir, tapi karena "Seorang Kakek tua bersorban, berbaju putih panjang dan bertasbih mengangkat ku dari tidurku, Tanganya begitu dingin, aku benar-benar terbangun, halaman rumahku terlihat sangat terang, karena hujan deras serta petir sedang terjadi dimalam itu, tapi badan ku terasa lemas, aku tak sanggup menoleh kearah "siapa yang sedang mengangkatku".Aku sangat sadar aku tengah dipindahkan kekamar ku.

Keesokan harinya aku terbangun, ibu bertanya padaku, "jam berapa kamu pindah ke kamar". Aku pun bingung, karena yang aku ingat, malam kemarin aku tidur di ruang tamu. (aku masih mengira itu mimpi).kutanya ayah,,siapa tau ayah yg memindahkanku,,ternyata bukan

Saat umurku mencapai 12 tahun aku teringat kejadian itu, dan aku bertanya pada ayah, "siapakah kakek yang mengangkatku itu". Ayah hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan ku. semakin

Kini usiaku sudah 21 tahun, tak jarang sosok kakek itu selalu datang dalam malam-malam ku, saat berdzikir,bersholat,tertidur, aku merasakan beliau berdiri di belakang ku, berada di sebelahku, seakan-akan beliau seperti bayanganku.

Allahualam, aku tak tahu siapa beliau, dan mengapa selalu berada disebelahku. Dan apa tujuannya berada di dekat ku. Namun aku merasa nyaman, aku merasa aku begitu dekat dengan beliau,seolah-olah mengenal beliau seperti aku mengenal ayahku . tapi aku sangat yakin,beliau bukaanlah kakekku,walopun tak pernah bertemu,tapi aku tau sosok kakekku.

Salam

Jumat, 20 Juli 2012

Hantu Bonceng

Film hantu bonceng adalah sebuh film yang bercerita tentang sesosok hantu yang sangat senang menggangu pengendara motor dan ingin di bonceng bila pengendara itu menaiki motor sendiri. 

Tapi pada cerita gua kali ini, bukan tentang Film Hantu Bonceng yang ingin gua bahas, tapi kisah dimana gua mengalamin kejadian seperti pada film itu. Oke, gua langsung ke kisahnya.

Dari SMP, gua sudah ngebentuk group band ama temen-temen gua, namun setelah kami SMA baru lah band itu bisa menjadi sebuah band seperti yang kami mau. Dan semenjak SMA pula gua ama band gua sering ngamen dari satu panggung ke panggung lain. Dari acara ultah sampai acara pembukaan sebuah rumah makan.

Nah, waktu itu gua dapet tawaran dari temen gua buat ngamen di sebuah desa yang sebenarnya cukup jauh dari rumah gua. Tapi karena ga enak buat nolak, akhirnya gua ama temen-temen gua sepakat buat ngamen disana. Kira-kira jam 7 malem gua berangkat bareng ama temen gua. Waktu itu masih pake sepeda motor, karena belum pada bisa naek mobil sih.

Setelah acara selesai, kira-kira jam 11 malem gua balik dari sana. Awalnya gua ama temen-temen gua barengan pulangnya. Tapi karena gua harus isi bensin dulu, jadi gua berenti di SPBU yang gua liat masih buka. Karena dah malem dan gua juga naek motor paling belakang, temen-temen gua pada kagak tau kalo gua berenti buat beli bensin bentar.Alhasil, mereka jalan duluan ninggalin gua dibelakang.

Gua yang sadar ditinggal ama temen-temen gua, tetep santai aja dijalan, gua ga mau kebut motor gua, karena jalan yang gua lewatin ntu gelap banget, lampu penerangan jalan masih jarang-jarang, tiap 300 meten baru ada satu.

Sampe akhirnya gua ngelewatin pelataran sawah yang cukup luas, dan gua baru sadar kalo yang ada di jalan itu cuma gua dan motor gua doang. Buat ngejaga kesadaran, gua berenti sebentar, nyalahin hape, pasang headset, dan naek motor sambil dengerin musik. Jadi gua ga terlalu merasa kesepian.

Ga lama setelah gua jalan lagi, gua ngerasa hawa berubah jadi dingin banget, walaupun sudah pake jaket, tapi gua tetep ngerasa kedinginan. Hawa semakin dingin, gua semakin menggigil dan ga berani terlalu ngebut, karena pasti bakal tambah dingin. Hingga akhirnya gua ngerasa motor gua seperti ngelindes sesuatu. Karena sempet ilang kendali gua menepi sebentar. Gua fikir awalnya ban motor gua pecah, tapi setelah gua cek ternyata ban motor gua baik-baik aja. 
Waktu gua mau jalan lagi, tiba-tiba motor gua terasa berat banget, kita pasti bisa ngerasain bedanya waktu naek motor sendiri dan saat kita ngebonceng orang lain. Semakin lama motor gua semakin berat. Dan gua bener-bener sadar bahwa dibelakang gua ada seseorang yang lagi boncengan. Akhirnya gua liat kearah spion gua, dan ternyata, "Sesosok wanita berambut panjang, berkulit pucat, bertaring dan bermata bolong sedang berada di belakang gua. Ia ikut naik keatas motor gua. "
Gua ga tau harus berbuat apa, perasaan kaget, takut dan marah menjadi satu. Dan karena semakin lama wajah wanita kitu semakin menyeramkan, akhirnya gua pun berbicara dan sedikit menantangnya. "Lo mau turun dimana??. Kalo lo mau turun disini, gua turuin sekarang, tapi kalo lo ga mau turun dan mau ikut sampe dirumah gua, lo bakal nyesel karena gua bakal kurung lo dalam botol." Entah apa yang ada dalam fikiran gua, tiba-tiba kalimat itu keluar dari mulut gua.

Namun gua sangat bersyukur, setelah gua ngomong gitu, ntu cewek terbang ke atas gua dan pergi ngilang gitu aja. Fuufffhhhhh...leganya saat itu. Gua kembali melaju di batas kecepatan yang wajar, dan akhirnya motor gua semakin ringan. Gua terus jalan sampe akhirnya gua masuk juga ke kota dan suasana masih terhitunga ramai.

Itulah pengalaman gua bertemu Hantu Bonceng. Gua harap gua ga ketemu dia lagi, karena situasi saat gua ketemu dia, ga pernah bisa gua lupain sampe sekarang. Sekian cerita gua kali ini.

Salam.

Image Source

Gadis Kecil Dalam Cermin

Hari itu gua lagi ga ada kerjaan, dan akhirnya gua memutuskan buat pergi ke sebuah warnet di dekat rumah gua. Kira-kira pukul 6 sore gua keluar rumah, gua liat langit mendung bener, dan bakal turun hujan pikir gua. Tapi karena warnetnya deket dari rumah, akhirnya gua tetep pergi.
Sesampainya gua di warnet ntu, gua langsung aja masuk ke billing no 1 karena paling deket dan masih kosong. Idupin kompi, login billing, dan gua mulai explore di internet. Karena dah ampir semua kepentingan gua dapetin. Gua akhirnya maen game. 
Setelah 30 Menit gua maen game, tiba-tiba gua ngerasa haus dan pengen ngambil minum. Sekalian juga ambil asbak fikir gua. Jadi di ujung ruangan warnet itu ada cermin yang gede banget. dan terlihat jelas waktu kita baru masuk ke warnet itu. Pengalaman ini dimulai dari sini.
Awalnya waktu gua ambil minum, gua berjalan membelakangi itu cermin, dan karena sudah terbiasa maen di warnet itu, gua ga sempet berfikir bakal ngalamin kejadian ini. Gua ambil minum, ambil asbak, dan ngobrol sebentar ama OP yang jaga, karena notabene OP yang jaga temen gua juga.Setelah gua ngobrol bentar, gua pengen balik ke billing gua.  
Tapi gua bener-bener kaget waktu gua ngebalikin badan gua dan ngadep ke cermin. Sesosok anak kecil berdiri tepat dibawah kaki gua. Wajahnya begitu cantik, tapi terlihat pucat pasi. Ia menggunakan baju berwarna hijau, baju itu terlihat seperti baju ala none belande. Gadis kecil itu tersenyum kearah gua, tapi gua menangkap kesedihan dari wajah si gadis kecil itu.
Gua terdiam, gua bener-bener ga tau harus ngapaen. Gadis kecil itu menatap tajam kearah gua. rambut lurusnya terkuncir, dan ia seperti ingin memeluk kaki gua. Diantara kebisuan gua saat itu, gua hanya bisa bertanya-tanya apa sebenarnya keinginan gadis kecil itu.

Hingga lamunan gua tersadar waktu temen gua manggil gua. Dan gua akhirnya kembali ke billing gua. Gua masih berfikir, apa sebenarnya yang ingin disampaikan gadis kecil itu kepada gua. Ia terlihat sangat sedih, namun berusaha tersenyum kepada gua. Andai saja gua bisa mengerti apa maksud gadis kecil itu


Kamis, 19 Juli 2012

Bali - 2012 (Orbs Gua Giri Putri)

Kali ini postingan gua sedikit berbeda, karena ini bukan pengalman yang gua kemas dalam cerita, tapi foto yang menceritakan pengalaman gua. Ya, sesuai ama judulnya, postingan gua kali ini bersisi foto-foto waktu gua melakukan perjalanan ke pulau terluar dari pulau bali yaitu Nusa Penida.

Bagi orang Bali, ke-mistisan dari pulau ini tidak diragukan lagi. Banyak cerita-cerita misteri yang terjadi dipulau ini yang tersebar di Bali. Baik itu tentang Pura-Pura, Gua, "Duwe", dan masih banyak lagi cerita-cerita misteri yang terdapat di Bali, dan Pulau ini secara khususnya.

Cerita-cerita yang gua dengar selama ini, membuat gua penasaran, dan ingin tau bagaimana sebenarnya pula ini. Akhirnya gua punya langkah untuk berjalan kesana, dan pada 30 Mei 2012, gua bersama teman-teman gua dan keluarganya berangkat kepulau tersebut. 

Dalam perjalanan gua terus bertanya-tanya, bagaimana pulau itu sebenarnya. setelah gua melakukan penyebarangan dari pelabuhan Padang Bai, dan ditengah laut selama kurang lebih 2 jam, akhirnya gua menapakkan kaki dipalau tersebut.

Ternyata suasana dipulau tersebut sangat berbeda dari pemikiran gua, hawanya begitu nyamana, masih banyaknya pohon-pohon besar yang berdiri membuat gua merasa sejuk, walaupun saat itu cuaca sangat terik.

Awalnya gua ga terlalu melihat hal-hal yang menurut gua "berlebihan", namun setelah gua samapi di sebuah gua alam yang bernama Goa Giri Putri, disana gua baru tau dan benar-benar terbelalak melihat apa yang ada di pulau tersebut.

Goa sangat penuh, namun yang menarik perhatian gua adalah Seekor ular besar seperti Naga yang terbang melingkar di langit-langit goa tersebut. Amazing!! teriak gua dalam hati, ternyata cerita yang selama ini gua dengan tengah gua saksisan saat gua berada dalam Goa tersebut.

Sebagai hasil abadi dari moment gua tersebut, foto-foto dibawah ini mungkin bisa menjadi kenangan buat gua yang ga bakal pernah bisa gua lupakan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More